Bhabinkamtibmas Bersama Apratur Desa Tertibkan Jebakan Tikus Beraliran Listrik

96

Polres Madiun – Jebakan tikus beraliran listrik walaupun secara resmi belum ada payung hukumnya, namun Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa melaksanakan Problem solving. Pelarangan ini dilakukan aparatur desa dan juga menuruti himbauan Polsek Pilaangkenceng mengingat resiko yang dapat terjadi. Selasa ( 13/08/2019 )

“Kita lakukan hal ini dengan perangkat desa, Bhabinkamtibmas serta warga masyarakat desa Pilangkenceng, tujuannya memberikan pengertian dan tindakan penertiban secara persuasif,” ucap Bhabinkamtibmas.

Penertiban dilakukan di sawah milik Paiman, warga desa Purworejo Rt 01/01 Kec Pilangkenceng yang mempunyai sawah di area dsn Bakasem desa Pilangkenceng. Di tempat itu, perangkat dan kepolisian memberitahu para petani mengenai resiko yang dapat membahayakan ketika ada yang tersetrum akibat aliran listrik yang membentang panjang di kabel penjebak tikus. “Jangan sampai sasarannya membunuh tikus, malah mencelakai manusia, ini kan nantinya malah merugikan,” kata Bhabinkamtibmas.

Petani juga dihimbau untuk mengikuti arahan dari penyuluh pertanian dan memakai cara-cara pembasmian hama yang lain, yang sudah banyak dicontohkan. Menjebak tikus dengan aliran listrik merupakan salah satu inovasi para petani sendiri setelah mereka merasa kewalahan dengan serbuan tikus yang membuat padi hancur sebelum panen tiba. “Saat ini kami lakukan dialog dan upaya persuasif namun tetap melepas pemasangan jebakan tikus yang memakai listrik,” kata Aiptu Suwarno

Para petani yang masih ngotot memasang jebakan tikus dengan dialiri listrik akan dapat dikenai sanksi pidana karena membahayakan orang lain. Pasal yang disangkakan adalah pasal 359 KUHP. Sosialisasi dan penertiban peralatan jebakan tikus dengan dialiri listrik ini akan terus dilakukan pihak-pihak terkait agar dihentikan dan tidak menambah korban.