Tekan Penyebaran COVID-19, Polsek Saradan Lakukan Penyekatan di Perbatasan

9

Polres Madiun – Pemerintah Propinsi Jawa Timur telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur  nomor : 188/7/KPTS/013/2021, dan ditindak lanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Madiun nomor : 130/19/402.011/2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tersebut guna menekan laju penyebaran COVID-19 di wilayah Provinsi Jawa Timur khususnya di 11 kota dan kabupaten.

Untuk mendukung keputusan pemerintah dalam pengendalian penyebaran COVID-19, Polsek Saradan bersinergi dengan TNI dan Instansi terkait melakukan kegiatan Penyekatan di perbatasan Saradan – Wilangan, jalan raya Madiun – Surabaya ring road Petung desa Pajaran kecamatan Saradan kabupaten Madiun, Sabtu (16/1/2021).

Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono melalui Kapolsek Saradan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agung Abadi mengatakan kegiatan Penyekatan tersebut di lakukan dengan cara mewajibkan warga masyarakat diluar domisili Kabupaten Madiun yang akan memasuki Kabupaten Madiun harus memiliki dan menunjukan surat hasil Rapid Non Reaktif.

“Masyarakat diluar KTP Madiun yang masuk wilayah Madiun wajib menunjukkan surat hasil Rapid Non Reaktif, kami juga menyediakan Rapidtest Antigen wajib bagi mereka untuk dilakukan test. Apabila tidak mau di Rapid silahkan putar balik,” kata Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, peraturan tegas ini dilakukan untuk mencegah dan menekan penyebaran Covid-19 agar tidak menimbulkan Cluster baru.

Agung berharap, dengan kegiatan penyekatan tersebut tidak ada penambahan cluster baru penyebaran COVID-19 di wilayah kabupaten Madiun.

“Ini untuk menekan laju penyebaran COVID-19,” pungkas Agung. [SekSrd].