Polres Madiun Ungkap Kasus Peredaran Pupuk Palsu

126

Polres Madiun – Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono diwakili Waka Polres Madiun Kompol Faisol Amir melaksanakan press release pengungkapan kasus peredaran pupuk palsu, bertempat di Joglo Mapolres Madiun, Rabu (16/12/2020).

Kompol Faiso Amir menyampaikan bahwa, pada hari Minggu 6 Desember 2020 sekitar pukul 19.30 WIB tempat di Jl Dungus, Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Madiun mengamankan satu orang tersangka inisial SR dan satu unit pick up beserta sejumlah pupuk.

“Nantinya pupuk akan diuji lab untuk melihat kandungan isinya,” jelasnya.

Bahwa kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat, terkait banyaknya pupuk non subsidi yang beredar tidak sesuai dengan mutu atau kwalitas.

“Tersangka melaksanakan pengiriman yang ketiga,” ucapnya saat di wawancarai.

Modus Operandi dari tersangka adalah menjual pupuk non subsidi merek PHOSKA dan SP-3.6, tanpa dilengkapi izin edar atau tidak berlabel dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan maksut mencari keuntungan.

“Ancaman pidana penjaranya paling lama enam tahun dan denda paling banyak tiga miliar rupiah, melanggar pasal 122 jo pasal 73 UU RI no 22 tahun 2019 tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan dan pasal 73 tentang mengedarkan pupuk tidak terdaftar dan atau tidak berlabel,” pungkas Kompol Faisol Amir. [ton-humasresmadiun]

Polda Jatim

Polres Madiun

Kapolres Madiun

AKBP Bagoes Wibisono