Polres Madiun Gelar Press Conference Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Dan Tindak Pidana Penipuan Penggelapan

698

Polres Madiun – Bertempat di Tribun Polres Madiun, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono S.I.K SH MH., didampingi Wakapolres Madiun Kompol Rentrix Ryaldi Yusuf, S.I.K., Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro, dan Kasubag Humas Polres Madiun AKP Martinus Tjanu, menggelar konferensi pers dengan awak media, Senin (26/11). Pada konferensi pers ini, Polres Madiun telah berhasil mengungkap 2 kasus masing-masing 2 (dua) pelaku tindak pidana curat dan 1(satu) pelaku penipuan penggelapan.

Anggota Satreskrim Polres Madiun berhasil mengamankan 2 (dua) pelaku pencurian dengan pemberatan di Desa Ngepeh Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, MN (30) dan SM (52). Sementara pelaku Penipuan Penggelapan diamankan di Desa Garon Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, JA Alias F Alias H (27).

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono S.I.K SH MH., menerangkan kepada rekan rekan media saat konferensi pers, “Kami berhasil mengamankan 2(dua) pelaku curat dan 1 (satu) pelaku Tipu Gelap. Modus yang digunakan oleh pelaku curat yaitu Pelaku melakukan pencurian dengan pemberatan dengan membuka (merusak) anak kunci kendaraan dengan menggunakan kunci T dan membuka atau memutus kunci kabel kendaraan Pick up Suzuki T100 warna Biru tahun 1997 No. Pol; AE 8766 FD. Sementara modus yang dilakukan oleh pelaku tipu gelap yaitu Tersangka JA Alias H alias F datang kerumah korban menemui orang tua korban dengan mengaku sebagai anggota Polisi Intel di Polres Pacitan dan akan menikahi korban. Kemudian korban memberikan atm kepada tersangka dimana saat itu korban merasa percaya dan yakin kepada tersangka. Para korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Madiun untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Paparnya.

Atas perbuatannya pelaku curat diancam dengan hukuman utama 7(tujuh) tahun dikurangi sepertiganya, dalam hal percobaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e KUHP Jo. Pasal 53 KUHP. Sementara pelaku tipu gelap diancam karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Sembilan ratus rupiah sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. (skr)